Cerita Seks, Pembantuku Maya Yang Super MontokCERITA SELINGKUH 

Cerita Seks, Pembantuku Maya Yang Super Montok

Cerita Seks, Pembantuku Maya Yang Super Montok – Ini adalah hari minggu, Hari dimana semua orang bebas dari pekerjaan dan bermalas-malasan. Siang hari, Istriku kembali pulang dari Shopingnya, Dan ia langsung membunyikan klakson mobilnya agar bisa memasukan mobil kedalam garasi. Tak berselang lama, Pembantuku membukakan garasi untuk istriku. Pembantuku ini bernama Maya dengan kulit kuning langsat ukuran Toket 36B berwajah oriental dengan body yang aduhai. Sungguh ku penasaran dan selalu berfantasi ingin melihat toket dan juga memeknya yang kurasa sangat indah di rawat. Maya sendiri memang pembantuku yang sangat baik dan juga perhatian. Ketika aku sakit, Ia juga yang merawatku dimana istriku selalu bersenang-senang dengan temannya. Tapi aku masih belum berani untuk berbuat mesum dengannya.

Suatu hari, Aku kembali jatuh sakit, Demam tinggi yang membuatku tak bisa bekerja. Sedangkan istriku harus bekerja karena ia merupakan seorang komisaris di perusahaanku. Maya lah yang mengurus kebutuhanku pada hari ini. Dan aku rasa ini sebuah kesempatan untuk ngentot dengan dirinya, Yah paling tidak jika ia tak mau, Aku hanya suruh dia sepong kontolku saja sambil ingin ku lihat toket gede dan memeknya. Sekitar pukul 10 pagi, Aku melihat Maya memakai handuk keluar kamar mandi. Seketika itu juga pikiran setan ku datang. Ku hampiri Maya kekamarnya. Tanpa sengaja ia lupa mengunci pintu dan seketika itu juga aku melihat ia tak memakai sehelai benangpun dimana hanya handuk yang tadi terlilit di badannya sekarang sudah berada di kepalanya. Toketnya sendiri sangat besar bulat dan kencang. Dengan memek yang tembem ketika ia berdiri dengan jembut yang terukir tipis. Memang ia sangat istimewa ketika telanjang.

Cerita Seks, Pembantuku Maya Yang Super Montok

 

“Ehhh .. May, Maaf bapak gak ketok dulu”
“Aaaaaaa..” Teriak Maya kaget melihat ku dan dengan cepat ia langsung melilitkan kembali handuknya yang dari kepala ke badan.
“Badan bapak sakit nih, Boleh minta di pijit gak May”
“Nanti ya pak, Maya belum pakai baju nih”
“Yaaahh, Sekarang aja disini May, Soalnya udah sakit banget”

Karena memang Maya pembantu yang sangat perhatian, Ia langsung mengiyakan penawaran tersebut. Aku pun langsung berbaring di kasurnya, Dengan cepat aku menyuruhnya memijit badan belakangku, Selang 5 menit akupun membalikan badan dan meminta ia memijit kepalaku. Disini lah momen yang memang membuatku sudah tak tahan lagi, Sambil ia memijit kepalaku, Aku dengan leluasa melihat ceplakan pentil yang berada di balik handuknya.

“Enak juga pijitanmu May”
“Iya pak dulu saya suka pijit bapak saya di kampung”
“Ohh pantesan kami pintar sekali mijit saya”
“Iya pak” Tambahnya dengan senyuman manis.

Seketika itu juga aku langsung memajukan kepalaku ke Toket besarnya dan langsung mencoba menghisap pentilnya di balik handuk.

“Eh bapak, Kok begini. Nanti di marahin nyonya”
“Sekarang ada nyonya gak May ? Gak ada kan, Berarti gak di omelin dong”
“Tapi pak…” Sebelum ia melanjutkannya, Akupun kembali menghisap pentilnya dan kali ini tanganku langsung membuka handuknya, Ia sendiri mendesah keenakan walaupun ia masih takut.

“Aaachhh.. Ahhhh.. Taaa…ppiii Pak, Nanti Aaaaah..” Baru ia mengatakan hal seperti itu, Tangan kiriku memainkan itilnya dan membuat ia tak tahan dan tak peduli lagi dengan keadaan ini. Sambil kumainkan dengan tangan kiriku, Aku pun menghisap toketnya, Bahkan tangan kananku mencoba mengengam Toketnya, Akan tetapi memang Toket Maya sangat besar membuat tanganku sendiri tak cukup. Tak sampai disitu saja, Akupun langsung mengangkat badannya ke atas dan saat ini, Memeknya sendiri sudah berada di depan mukaku. Dengan nafsu, Ke jilati memeknya sampai ia melejit keenakan. 

“Aahh enakk banget pakk.. Terusinn pak.. Teruss… Ahh”

Cerita Seks, Pembantuku Maya Yang Super Montok

Cerita Seks, Pembantuku Maya Yang Super Montok

Setelah itu dengan inisiatif ia sendiri, Ia pun kurasa sudah tak tahan lagi, Ia langsung menganti posisinya dan saat ini ia memasukan kontolku ke dalam mulutnya. Seperti profesional, Ia memang kurasa sudah sering ngentot karena memang isepannya sangat nikmat sekali. Ku akui istriku sendiri kalah untuk saat ini.

“Jago juga kamu may, terusin May” Tanpa peduli kata-kataku ia terus memainkan kontolku dengan lidahnya dan terus menghisap kontolku dengan rakus.

Setelah kami pemanasan. Aku yang memang sudah tak tahan lagi langsung menyuruhnya tiduran. Tanpa lama, Aku pun langsung memasukan kontolku ke dalam memeknya yang tembem. Sungguh pemandangan yang sangat sempurna dimana toket yang besar tiduran dengan memek tembemnya.

“Bleeeeeessss” Kontolku masuk sampai mentok kedalam memeknya.
“Ahhhh.. Masukin terus.. Ahhh. Ahhh”

Aku sendiri ingin merekam video ngentot ku dengan Maya. Akan tetapi aku yang sudah kepalang tanggung tak bisa kembali mengambil Handphoneku ini terus mengoyangkan badanku. Memeknya sendiri seperti mencengkram kontolku dengan sangat kuat. Dan ini yang tak dipunyai istriku. Sambil ku goyangkan selama 5 menit, Terkadang aku sengaja berhenti untuk beberapa saat. Memeknya ini seperti menyedot kontolku masuk ke dalam ketika ku berhentiku. Makanya ngentot dengan Maya sangat enak sekali dengan pemandangan yang indah dan lekuk tubuh yang membuatku makin terangsang.

“Ahhhh.. Akuuu mauu pipissss. Ahhh .. Rasanya seperrtii mau pipisss. Aahhh.. ahhh.. Ahhh….” Ujar Maya dengan mata terpejam.
“Keluarkan sajaa May, Jangan di tahann.. Enak sekali memekmu May, Ahh” Lanjutku.

Seketika itu juga kulepaskan kontolku, Dan memeknya Mayya mengeluarkan cairan hingga membasahi kasur dan badanku. Ku lihat matanya merem melek keenakan dengan senyum kecil. Setelah itu kupeluk dirinya dan kembali kumasukan kontolku ke dalam memeknya.

Cerita Seks, Pembantuku Maya Yang Super Montok

“Gantian ya May…”

Tanpa lama ku gerakan badanku dengan sangat cepat, Desahannya sangat khas dengan suaranya yang membuatku tak tahan lagi. Ia sendiri selalu membisikan kata-kata kotor di kupingku dengan manja sambil ku entot dengan cepat. Saking basahnya, Bunyinya memeknya sendiri sangat kencang plok plok plok ketika aku memainkan memeknya dengan kontolku. Selang berapa lama, Akupun ingin keluar. Aku sendiri meminta ijin Maya untuk crot di dalam karena aku tau memeknya akan menyedot kontolku dan rasanya akan sangat nikmat sekali.

“Keluarin di dalam ya May”
“Janngann pakkk… Nanti hamil gimana??”

Baru dia mengatakan seperti itu, Aku pun sudah mengeluarkan spermaku di dalam memeknya. Dan crot crot crot semburan kontolku di dalam memeknya memang sangat berasa. Ketika itu juga memeknya langsung menyedot kontolku. Sambil kudiamkan badanku, Aku pun menyedot toketnya dengan lahap. Maya sendiri kulihat resah lantaran aku mengeluarkannya di dalam.

“Nanti hamil gimana pak? kok bapak keluarinnya di dalam” Ujarnya.
“Abis enak sih may memekmu bisa nyedot” Lanjutku.
“Tapi pak nanti kalau hamil, Terus nyonya tau gimana??”
“Gak Apa May, nanti bapak atur ya”

Setelah itu ia langsung membersihkan diri di toilet. Selama beberapa bulan, Aku sendiri tak pernah ngentot dengan istriku lantaran Maya siap sedia ngentot dengan ku, Tapi ketika ia hamil, Ia sendiri mengundurkan diri dari rumahku dan saat ini aku tak tau ia berada dimana. Cerita Seks, Pembantuku Maya Yang Super Montok

Related posts

Leave a Comment